The Pensioners turun dengan kekuatan penuh menghadapi tim besutan Owen Coyle yang untuk sementara bertengger di posisi enam klasemen. Peluang pertama dalam laga ini muncul melalui sepakan Michael Essien di menit ke-6. Namun tendangan pemain timnas Ghana ini masih melebar di samping gawang Jusi Jaaskelainen.
Pada menit ke-9, gantian Bolton yang memperoleh kans. Johan Elmander berusaha bermain satu dua sentuhan dengan Rodrigo, namun sayang bola kembalian striker Swedia itu gagal mencapai Rodigo, padahal sang gelandang sudah berada dalam posisi bebas.
Beberapa peluang tercipta bagi kedua tim di sepanjang first-half ini, namun tak satu pun yang mampu menggetarkan jala gawang lawannya. Bahkan, menurut statistik dari Opta, baik Chelski maupun Bolton tak sekali pun menembak tepat ke arah sasaran! Wajar jika skor kacamata terpaku hingga turun minum.
Di babak kedua, Si Biru langsung tancap gas. Didier Drogba sudah mendapatkan peluang di menit ke-49, tapi tendangannya memanfaatkan umpam Frank Lampard hanya membentur tiang gawang Jaaskelainen.
Kerja sama dua pemain ini kemudian tampak lebih hidup dan beberapa kali mengancam pertahanan The Trotters.
Pada menit ke-61, Chelsea akhirnya mendapatkan gol yang ditunggu-tunggu. Essien menyodorkan bola kepada Drogba yang kemudian diteruskan pemain Pantai Gading itu ke Malouda. Eks Olympique Lyon ini tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menggetarkan gawang Bolton.
Gol ini semakin melecut semangat skuad Don Carletto. Dominasi mereka di wilayah permainan Bolton semakin nyata. Tapi tim yang bermarkas di Reebok Stadium itu juga bukannya tanpa peluang. Sejumlah usaha mereka lewat counter-attack cepat sempat mengancam gawang Petr Cech.
Meskipun demikian, tak ada gol tambahan dalam pertandingan ini hingga wasit Mike Jones mengakhiri laga. Chelsea kembali ke zona empat besar, dan Bolton masih belum terusik di tangga keenam meski pulang dengan tangan hampa.
No comments:
Post a Comment